Waktu Baca: 2 menit

Sebagai seorang Social Media Specialist, konten kreator, atau owner bisnis tentunya membuat konten media sosial itu sudah menjadi rutinitas harian.

Tentu saja, membuat konten media sosial itu pastinya mempunyai tujuan tertentu. Misalnya, isi kontenmu adalah penawaran produk atau jasa.

Tujuan dari konten itu agar audience-mu membeli produk yang kamu tawarkan.

Namun, rasanya cukup nyesek ya. Kalau kamu sudah total banget buat konten setiap hari, eh hanya sedikit yang melihat kontenmu.

Bahkan gak mencapai tujuan seperti yang kamu harapkan. Terus apa dong penyebabnya?

Penyebabnya itu mungkin adalah kamu melupakan hal penting ini!

Yap, hal penting itu adalah pilar konten atau istilah kerennya, content pillar.

Singkatnya, pilar konten atau content pillar itu adalah sebuah pedoman atau acuan yang dibuat untuk mengkategorikan setiap konten media sosialmu. Jadi, setiap konten media sosialmu akan memiliki tujuan yang jelas dan harus dicapai.

Aku lansir dari berbagai sumber, content pillar itu terdiri dari 4 bentuk.

Fungtional atau Product Content

Konten ini berkaitan dengan penjualan, promosi, dan informasi penggunaan produk/jasa yang ditawarkan. Jadi, tujuan dari fungtional atau product content adalah pembelian produk/jasa yang kamu tawarkan.

Contoh fungtional atau product content adalah informasi potongan harga atau diskon untuk produk/jasa tertentu.

Baca juga: Cretivox Menjiplak Konten Luar Negeri? Ngapain Diributin Sih?

Educative Content

Konten ini berkaitan dengan edukasi dan informasi yang berkaitan dengan produk/jasa yang ingin kamu tawarkan.

Misalnya brand milikmu menjual sepatu dan pada bagian konten edukasi kamu memberikan informasi tentang, “Cara menyimpan sepatu yang baik dan benar.”

Jadi, tujuan dari educative content ini adalah memberikan pengetahuan dan informasi kepada audience. Supaya audience merasa bahwa kontenmu memiliki nilai atau value yang bermanfaat untuknya.

Baca juga: Konten Jerome Polin Tak Lagi Edukatif?

Entertaiment Content atau Emotional Content

Konten ini berisikan sesuatu yang menghibur, menginspirasi atau membangkitkan sisi emosional audience. Namun, tentunya isi konten ini masih relevan dengan branding media sosialmu atau berkaitan dengan produk/jasa yang kamu tawarkan. Contohnya seperti mim, video lucu, kutipan motivasi, dsb.

Jadi, tujuan dari entertaiment content  atau emotional content adalah memberikan hiburan dan inspirasi kepada audience.

Baca juga: Kenapa Kita Cinta Fajar Sadboy Ketimbang Nono NTT Juara Matematika?

Agile Content

Konten ini dibuat berdasarkan hal-hal yang sedang tren saat ini seperti peringatan hari raya agama, event olahraga, atau hal-hal yang sedang tren di media sosial saat ini. Tetapi perlu diingat, konten tersebut masih relevan dengan produk yang kamu tawarkan.

Contohnya, kamu adalah penjual jam tangan. Karena sedang tren Piala Dunia, kamu menawarkan jam tangan yang memiliki motif/warna yang menyerupai bendera peserta Piala Dunia.

Jadi, tujuan dari agile content adalah relevansi dengan situasi. Artinya, akun media sosialmu bisa relevan dengan audience dan terlihat up to date.

Baca juga: Soal Baby L: Manusia Gini Amat Nyari Konten?

Jadi, itulah content pillar. Sebuah pedoman atau acuan yang wajib kamu ketahui agar tujuan konten media sosialmu jelas dan tercapai.

Foto oleh Judit Peter

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini