Waktu Baca: 2 menit

Tidak ada habisnya media sosial menjadi tempat yang ramai. Kali ini pernyataan menteri agama menimbulkan kontroversi karena ia menyebut kementerian agama adalah hadiah untuk Nahdatul Ulama (NU). Yaqut Cholil Qoumas dalam video yang beredar di media sosial itu terlihat sedang memberikan seminar internal. Video Gus Yaqut yang mengatakan kementerian agama hadiah untuk NU ini tentu menarik kita diskusikan.

Jika merunut sejarah dan mengatakan bahwa Kementerian agama adalah hasil dari tawar menawar politik itu adalah hal yang menurut saya ada dasarnya. Memang di belahan dunia manapun, kementerian agama itu nggak ada. Ya mungkin ada di beberapa negara. Tapi secara umum ini bukan hal yang lumrah.

Lalu kenapa ada kementerian agama di Indonesia? Dari sejarahnya ini adalah kompensasi politik karena Indonesia menerima Pancasila sebagai stufenbau atau hukum dasar di Indonesia. Karena itulah dalam sejarahnya, Soekarno menganggap keikhlasan umat Islam untuk mau menerima Pancasila sebagai dasar negara ini patut mendapat penghargaan. Maka dari itulah, didirikan kementerian agama untuk mempermudah Umat Islam naik haji. Selain itu, Soekarno juga memindahkan sila Ketuhanan yang Maha Esa ini ke sila pertama setelah sebelumnya menjadi sila kelima. Ini merupakan hasil dari diskusinya dengan ketua PP Muhammadiyah saat itu, Ki Bagoes Hadikoesoemo. Nah, apakah dengan begitu sila ke 1 adalah hadiah untuk Muhammadiyah. Silahkan dinilai sendiri.

Kemenag Adalah Hadiah Untuk NU

Tidak pernah dalam sejarahnya Soekarno terang terangan menyebut Kemenag adalah hadiah untuk NU. Pun demikian kita harus melihat fakta bahwa (1) Kemenag ini hal yang dinikmati oleh setiap lapisan umat Islam. Jadi apakah dengan demikian Kemenag ini benar benar untuk umat NU saja? Tentu hal ini perlu kita pikirkan. (2) NU memang berperan jauh lebih besar dalam kemerdekaan jika konteksnya perang. Sebab, NU pernah memunculkan fatwa jihad untuk mendorong anggotanya berperang dan menjaga kemerdekaan Indonesia. Fatwa jihad ini dikeluarkan oleh KH Hasym Azhari. (3) Menteri agama sepanjang sejarahnya selalu memiliki latar NU.

Nah, dengan fakta fakta ini, apakah Kemenag betul betul hadiah untuk NU? Menurut hemat saya, ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab. Namun, jika pertanyaannya adalah apakah ada favoritisme Presiden Presiden Indonesia untuk menjaga Kemenag dominan NU? Saya kira ada. Bagaimanapun secara massa, NU adalah yang terbesar di Indonesia dan memiliki pengaruh dimana mana. Jadi hitung hitungan politiknya, jika Kemenag menjadi wilayahnya NU agar tercipta keharmonisan di antara umat Islam, ya wajar saja. Tidak mungkin juga ujug ujug Menteri Agama diambil dari Ahmadiyyah. Bisa ribut negara kita.

Karena itulah, dugaan bahwa Kemenag adalah hadiah untuk NU ini masih bisa sekali diperdebatkan. Menurut saya, lebih tepat bahwa Kemenag ini selalu memiliki menteri agama yang sekiranya bisa menahan gejolak perasaan diperlakukan tidak adil dan seterusnya ketimbang dugaan dugaan bahwa Kemenag hanya untuk NU. Kenapa saya sebut dugaan, ya karena Presiden Soekarno belum pernah gamblang menyebut Kementerian Agama adalah hadiah untuk NU.

Baca juga:

Menelisik Nilai NU, ditilik dari Kacamata Sosial; Penganiayaan David Oleh Mario Dandy Bukan Sekadar Kejahatan

Romo Ansi Meninggal Bunuh Diri, Pembina Asrama Beberkan Kronologinya

Konformitas Sebagai Penghambat Keberagaman

SKB Tiga Menteri Kembali Membuat Masalah, Ibadat Umat Kristen Dibubarkan Pak RT di Lampung!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini